: Ayah
Selalu ada suatu masa. Di mana
Kata cinta menjadi tidak perlu dan erangan rindu tersendat oleh kelabu sepi
Selalu akan ada masa. Di mana
Kau bisikkan cinta lewat kernyitan dahimu, atau kau pelukkan sayang lewat amarah itu
Selalu ada masa. Di mana
Kau lihatkan kebanggaanmu lewat tugas berat dan aturan yang ketat
Selalu ada masa. Di mana
Kepercayaanmu
lekat lewat perintah ini, itu atau apapun. Dan setelahnya kau hadir
dalam malam-malam yang panjang; membicarakannya padaku
Selalu ada masa. Di mana
Kau
gendong aku tinggi-tinggi, lewat rekah senyummu yang tak pernah berat
dan kau puji aku banyak-banyak lewat kecupan di kening sehabis shalat
Selalu ada masa. Di mana
Kopimu habis, dan aku menyeduhkan yang baru. Sedangkan tak ada yang lain dalam bathinku selain kalimat, "Inilah kewajibanku."
Tapi itulah kau dan aku. Itulah beda antara kau dan aku.
Pun
itu bukan kewajibanmu, ayah. Entah kenapa aku selalu merasa kau akan
melakukan hal yang sama. Andaikan mendidikku bukanlah perintah Tuhan,
aku selalu merasa kau akan melakukan hal yang sama.
Andaipun
membuang buah hati itu halal, aku selalu yakin kau tetap akan
menggendongku tinggi-tinggi, membuat aku geli dan tertawa riang
memelukmu.
Dan akan ada suatu masa, dimana
aku memapahmu berjalan.
dengan cinta yang tidak sepenuh engkau
dengan perlindungan yang tidak sehebat engkau
Dan sebuah sudut rasa bersalah.

Aku suka tulisannya.. :)
ReplyDeletemakasih abang Cahya.. berkat abang jugaa :)
Deleteit is so sweet, sweetheart :)
ReplyDeletesomehow love does not need any verbal language,
to my dad, it's about, integrity, responsibility :')
sosok ayah sering begitu ya mam.. ga banyak bicara soal cinta :')
DeleteNice :)
ReplyDeletethankyou :)
ReplyDelete