Sisa-sisa senja masih menampakkan diri. Ada garis merah di langit sana, di belakangmu yang kini sedang berdiri di hadapanku. Aku sudah bisa mendengar nyanyian nyamuk yang mulai mengeluarkan suara bising di sekitar kita. Di perumahan kecil ini, di trotoar tempat kita sering duduk bersama, bertemu sambil melihat bintang gemintang malam hari; aku harus menerima kenyataan, aku harus melepasmu.
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Monday, February 29, 2016
Saturday, September 26, 2015
[CERPEN] Ketika Kau Sulit Melupakan
Ini cerita tentang ingatan yang selalu aku temukan setiap mencium wangi kopi hitam panas. Seorang teman sangat menyukainya dan selalu memesan satu menu itu saja setiap nongkrong. Dari kopi pinggir jalan hingga kafe paling mewah di kota ini.
Pagi tadi, dia datang di hadapanku. Wajahnya resah seolah telah lupa caranya tersenyum. Ia mencopot kacamata kecilnya. Mengucek mata, lalu menghela napas. Aku hanya memandanginya. Aku tahu dia akan cerita tanpa aku tanya.
Wednesday, July 22, 2015
Hari Buruk Pertama Angel
Hari itu, menjadi hari pertama yang paling indah bagi Angel. Bukan karena rankingnya kembali nomor satu. Bukan pula karena hadiah ulang tahun sebulan sebelumnya yang begitu sempurna. Gadis kelas 2 SMP itu baru saja terbangun dari tidurnya di pagi hari. Ia terkejut karena ini pertama kalinya ia membuka mata pukul 6.30. Ia berangkat ke sekolah dengan tergesa. Ini akan jadi hari terburukku.
Friday, February 7, 2014
[CERPEN] Cerita yang Tersimpan Antara Hujan dan Waktu
![]() |
| Ilustrasi gambar diambil dari sini |
“Aku tak mau turun dulu. Aku akan menunggu sampai
mereka baik-baik saja,” ucap Hujan merendahkan suaranya.
Waktu tersenyum. Hujan masih murung. Seperti anak kecil yang sedang
merajuk.
“Turunlah. Dengan lembut..” kata Waktu.
Saturday, January 25, 2014
[Cerpen] Roman Picisan Seorang Laki-laki
![]() |
| Ilustrasi Karya: Cahya Maulana (@maulanacahya) |
Aku
masih ingat dengan malam itu. Kini baru aku tahu, bahwa malam itu seperti malam
yang mengambil semua harapanku tentang perempuan itu. Harapan yang bahkan tidak
kuketahui sebagai harapan. Karena setelah malam itu, aku terbiasa memiliki
hidup yang biasa saja. Berjalan sesuai apa yang ada di hadapanku, tanpa ingin
berharap yang lebih. Berharap yang lain.
Tuesday, November 5, 2013
Sunday, June 9, 2013
Gie
Gie, kau masih ada dalam lembaran-lembaran diary usangku. Kau lucu, sangat mudah kikuk dan pemalu. Pernah, dalam rapat itu teman-teman bilang kita serasi menjadi sepasang kekasih. Tapi kau malah diam, dan wajah putihmu memerah.
Monday, January 14, 2013
Perempuan (Fiksi)
"Dia tidak tidur! Tidak sepersekian detikpun! Kau harus mencatatnya, mengingatnya setiap waktu.. Mama menyayangimu. Mama ingin kau disayangNya. Tidak ada harapan lain selain itu. Hanya itu dan hanya itu..", Annelis tua terus menerus mengoceh pada anak perempuannya.
Tuesday, August 14, 2012
Mendoakanmu
Fiction (2)
Kekesalan ini terlampau berlebihan jika harus diceritakan. Cerita yang mungkin hanya akan jadi bahan tertawaan. Kenapa?
Tuesday, July 10, 2012
Bila Harus Berdarah (Untukmu)
-- Fiction (1)
Tahukah kau, dulu aku pernah bangun sebelum subuh dan hanya memandangi wajah seseorang yang cuma bisa kurindukan dalam diam?
Aku mengaguminya, seperti dewa yang begitu tak punya kelemahan.
Aku memujanya, lalu pujian-pujian itu tak sampai langit-langit mulutku. Aku menelannya kembali.
Tapi, tidak saat denganmu.
Monday, June 4, 2012
Euforia Tubuh Hidup, Pesta Jiwa Mati
Suatu hari, saat kau menemukan keadaan ini, segeralah tutup matamu dan kembalilah pada tubuhmu. Jika tidak, kau mungkin akan tertinggal dari tubuhmu, atau jiwamu meninggalkan tubuhmu. Jangan biarkan Tuhan memberikan jiwa lain yang mungkin lebih layak menggerakkan tubuh sempurna yang diberikanNya..
Subscribe to:
Posts (Atom)









