Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Wednesday, January 11, 2017

Terima Kasih, 2016


Diposting tanggal 11 Januari 2017, tentu ucapan terima kasih ini terhitung terlambat ditulis. Semua orang sudah membuat dan mem-publish evaluasi dan resolusi mereka di akhir tahun 2016, bukan?

Thursday, August 18, 2016

Pernikahan Impian?


Akhirnya saya menulis tentang 'pernikahan' juga. Setelah beberapa waktu terakhir begitu sibuk menyiapkan apa pun yang tentu pernah disiapkan oleh banyak orang (catering, dekorasi, dst). Jadi, bukan cerita itu yang ingin saya tuliskan.

Saya ingin merekam kembali; sebenarnya, seperti apa sih pernikahan impian yang pernah saya bangun dulu?

Monday, July 18, 2016

Takdir Menulis: 'Tersesat' di KapanLagi.com

Liputan pertama di KapanLagi bersama make-up artist Andi Soraya.
 / Foto: KapanLagi.com
Barangkali saya merupakan satu dari 'pemimpi gila' yang hingga saat ini begitu percaya pada takdir. Belajar banyak dari Paulo Coelho lewat Alchemist, entah mengapa mitos-mitos dalam novel tersebut sangat membuat saya yakin. Kata sang penulis, semua orang ketika masih muda mengetahui takdir mereka.

Ada dua jenis manusia, yang pertama mereka yang percaya pada takdir dan memenuhinya. Kedua, yang 'berhenti' di tengah jalan. Pemberhentian itu bisa dipengaruhi banyak hal. Tapi yang paling sering terjadi adalah saat seseorang dihadapkan pada pilihan lain untuk menjadi orang yang dihargai di lingkup sosial tertentu. Ia pura-pura melupakan takdirnya dan memilih menjadi seseorang yang terhormat dengan posisi atau pekerjaan lain.

Wednesday, April 6, 2016

Mencari Tempat Travelling Paling Indah

Salah satu tempat keren dan terpencil di Pare!
"Kamu happy banget ya sekarang? Jalan-jalan terus deh," kata seorang teman dalam sebuah chat. Setiap dapat chat semacam itu, saya cuma bisa senyum. Mungkin banyak orang yang belum tau triknya...

Thursday, February 11, 2016

26: Berani Berharap, Berani Kecewa


Aku bukan pengingat yang baik. Tapi pada suatu memori, aku melihat diriku yang masih sangat kecil. Mengikatkan kain gendongan bayi untuk melilit perutku tepat di bagian tengahnya. Karena ikatan itu, aku jadi memakai sebuah rok sangat panjang hingga menyeret lantai.

Thursday, February 4, 2016

Cinta Pertama


Dia punya kulit putih dan bersih. Matanya sipit. Memakai kacamata. Dulu aku melihatnya sebagai sosok cerdas. Aku mengaguminya.

Sangat mengaguminya...

Monday, January 25, 2016

Saya Tidak Bahagia Jadi Penulis


"Cari kerja yang sesuai passion, biar nggak kerasa capeknya."
Quote semacam itu sangat sering diperdengarkan pada generasi saya saat dulu baru lulus dari SMA. Saya pun memilih kuliah di jurusan yang sesuai dengan 'passion' itu; Sastra Indonesia. Saya suka menulis, itu sederhana. Setelah lulus, saya pun mencari pekerjaan dengan bidang yang sama. Lalu, apakah saya bahagia?

TIDAK. 

Sunday, December 20, 2015

Doa di Tengah Hujan


Konon, hujan akan sering membawa memori-memori yang sudah tenggelam muncul kembali. Entah benar atau tidak, tapi aku ingin menuliskannya sebelum lupa. Pada suatu maghrib, aku sembahyang di tengah suara derasnya hujan dan petir yang menyambar. Tiba-tiba, sebuah ingatan datang.

Saturday, December 12, 2015

Salah Jatuh Cinta


Pada suatu hari minggu. Dari kaca dapur di kantor, aku bisa melihat tanah dan rerumputan basah bekas hujan deras. Rintik air masih berjatuhan dan aku sendirian.

Aku mengaduk kopi hitam bercampur creamer dan sedikit gula. Aroma manisnya terasa jauh lebih sempurna karena suasana basah dan sepi. Aku masih mendengar suaramu di telepon. Aku tersenyum sambil berkaca-kaca membayangkan betapa sempurnanya jika kau ada di sini. Menikmati hujan dan kopi bersamaku.

Monday, July 13, 2015

Izinkan Aku Mengingatmu di Tengah Suara Ketikan Keyboard Yang Berisik

Photo Credit: http://shelovesmagazine.com/

Aku bekerja dengan keyboard. Setiap hari, bahkan setiap waktu yang bukan bukan jam tidurku (jika sedang mengambil job lembur).

Suaranya cukup berisik. Aku sendiri yang mengetiknya, aku sendiri yang mendengarnya. Namun ada waktu di mana aku tiba-tiba berhenti dan hanya memandangi keyboard saja. 

Tuesday, March 24, 2015

First Page


Pada halaman pertama cerita kita, aku menemukan warna keindahan. Aku melihat setiap baris yang tak pernah kutemukan sebelumnya. Aku mengagumi setiap goresan yang kau tulis. Aku merasa masa depan kita akan benar-benar indah.

Namun, kita hanyalah sepasang anak ingusan yang belum mengerti apa-apa. Kita tak punya apa-apa. Kita tak bisa memiliki apa-apa, tanpa melalui halaman berikutnya. Dan halaman itu sama sekali berbeda dari yang pertama.

Sunday, February 22, 2015

Menunggumu


Menunggu bukanlah hal yang baru untukku. Saat pertama kali aku memintamu untuk ikut perjalanan ke Ketep Pass, aku menantimu di gedung itu. Bangunan yang telah menjadikan kita sepasang kekasih, penuh cemburu, tawa, tangis dan kebimbangan ala anak muda lainnya.

Sejak saat kisah di gedung itu dimulai, banyak hal yang tak kusukai darimu. Begitu pula hal yang aku suka. Cara tertawamu, bicaramu, menangismu, bau badanmu saat belum mandi, gendut dan kurusnya kamu, marah dan cintamu.. Semua telah lekat. Telah membawaku dalam sebuah sekat yang dengan pasrah aku bahagia terjebak di dalamnya. 

Thursday, October 23, 2014

Nostalgia Rasa


Sudah lama aku tidak menuliskan apapun di halaman blog ini. Terima kasih buat kalian yang masih mau membuka, membaca, mengomentari atau hanya sekedar menjenguk beberapa tulisanku.

Kini sebuah kisah baru tengah dimulai. Tidak baru, sebenarnya. Sudah berjalan beberapa bulan. 

Tuesday, January 7, 2014

Opera

Malam ini saya terbangun karena sakit perut, lalu tak bisa tidur lagi. Sampai tulisan ini diunggah, perut saya masih tidak enak dirasa. Tadi, sebelum saya memutuskan menyalakan komputer ini, saya kepikiran tentang acara-acara hiburan di televisi kita. kebanyakan dari mereka adalah acara ringan di atas panggung dengan konsep yang sangat menghibur. Kabarnya, rating acara-acara semacam itu meraih angka yang fantastis. Barangkali memang kita sudah terlalu penat dengan berita korupsi, kecelakaan, pembunuhan, terorisme yang tidak jelas, dan lain-lain itu, ya?

Tentu saja saya bukan Farhat Abbas yang akan mengutarakan pendapat bahwa acara-acara hiburan tersebut tidak mendidik --itulah kesimpulan saya tentang pendapat Farhat Abbas.

Di tengah lampu kamar yang sudah gelap, saya bertanya dalam hati. Apa tawa dan canda mereka di layar kaca itu asli, atau lebih tepatnya; selalu asli?

Wednesday, November 6, 2013

Cerita Kita


Kita pernah menikmati senja di Jakarta
Di Pekalongan
Di Solo
Di Jogja

Di pantai: tempat kita
Pertama kali membuka hati
Pulang pergi,
Naik motor sendiri-sendiri

Thursday, October 24, 2013

Akan Ada Suatu Masa


: Ayah

Selalu ada suatu masa. Di mana
Kata cinta menjadi tidak perlu dan erangan rindu tersendat oleh kelabu sepi

Selalu akan ada masa. Di mana
Kau bisikkan cinta lewat kernyitan dahimu, atau kau pelukkan sayang lewat amarah itu

Thursday, October 10, 2013

Latihlah Aku


Tuhan.
Aku hamba kecilMu. Datang lagi untuk menceritakan banyak hal yang menjadi perasaan lelahku.
Kemarin Kau bilang padaku bahwa Kau mencintaiku. Kau mengatakannya lewat jalan-jalan kecil yang bisa aku lewati sedikit demi sedikit. Jalan itu sempit, tapi lama-kelamaan menjadi lebar dan melegakanku.

Tuesday, September 10, 2013

Permen

 
Awalnya dia bukan siapa-siapa bagiku. Dia hanya teman biasa. Orang biasa yang suka bercanda. Bahkan aku memasukkan namanya dalam daftar orang teraneh yang pernah kutemui. Sampai akhirnya hari ulang-tahunku tiba. Sebagai teman yang baik, dia memberi kado teraneh yang pernah aku dapatkan.

"Selamat ulang tahun!", katanya. Sambil menjulurkan sebuah kado berbentuk permen. Seperti kado anak TK, pikirku.

Wednesday, September 4, 2013

Aku Pasti Kembali


Ini janjiku.
Pada gedung-gedung tua bergaya khas keraton.
Pada gamelan yang ditabuh berdentuman, yang sering membuatku mengantuk.
Pada malam-malam ramai di sepanjang jalan malioboro.
Pada warung-warung kopi tempat kita semua berkumpul, tertawa dan menangis.

Tuesday, May 21, 2013

Do'a (2)


Tuhan, Engkau ada dalam diriku. Engkau lebih dekat dari urat leherku..
Engkaulah denyut jantungku
Yang menggerakan nuraniku,
dan menghukumku dengan rasa resah atas kesalahan-kesalahanku..