Sejak
SMP, aku suka menyiapkan cokelat di tas sekolahku. Terutama saat menjelang
tanggal 14 Februari tiba. Tapi pertanyaanku selalu sama. Pada siapa cokelat ini
harus kuberikan?
Aku hamba kecilMu. Datang lagi untuk menceritakan banyak hal yang menjadi perasaan lelahku.
Kemarin Kau bilang padaku bahwa Kau mencintaiku. Kau mengatakannya lewat jalan-jalan kecil yang bisa aku lewati sedikit demi sedikit. Jalan itu sempit, tapi lama-kelamaan menjadi lebar dan melegakanku.
Awalnya dia bukan siapa-siapa bagiku. Dia hanya teman biasa. Orang biasa yang suka bercanda. Bahkan aku memasukkan namanya dalam daftar orang teraneh yang pernah kutemui. Sampai akhirnya hari ulang-tahunku tiba. Sebagai teman yang baik, dia memberi kado teraneh yang pernah aku dapatkan.
"Selamat ulang tahun!", katanya. Sambil menjulurkan sebuah kado berbentuk permen. Seperti kado anak TK, pikirku.