Wednesday, April 4, 2012

Hijrah


Ya Rasul,
Seandainya engkau berada di hadapanku kini,
Mungkin aku akan segera menangis di bawah lututmu. Hanya untuk sekedar bertanya, "Bagaimana ini ya Rasul? Ya Muhammad?"

Seandainya, saat itu aku berada dalam barisan orang-orang pertama yang beriman, dan harus meninggalkan kota Makkah atas keputusanmu, apa yang akan menjadi komentarku ya Rasul?

Tuesday, April 3, 2012

Sidang Gombrang Gambreng!


Seorang anak kelas satu Tsanawiyah. Dalam sebuah asrama. Ia perempuan, perempuan beranjak remaja yang masih pemalu, penakut, dan terbelit rasa minder. Anak mami dan papi, yang mungkin karena kemami-papiannya Ia sungguh tidak tahan. Ya, dia tidak tahan karena tidak biasa ditahan: selalu dibebaskan, dimanja dengan penuh kasih sayang.

Malam ini, dengan mata bengkak dan pilu Ia keluar dari ruang Mushalla. 

Wednesday, March 14, 2012

Cinta VS ". . . . ." (Banyak! Kuliah, kerja, beasiswa, apalagi ya?)


"Saya bingung akan memprioritaskan dia atau sekolah saya..", kata seorang teman suatu hari. Saya nyengir. Lalu Ia melanjutkan, "Ia harus saya tinggal selama 2 tahun, baru setelah itu kami akan menyiapkan diri untuk menikah. Hati kecil saya bingung. Menurut kamu, apa yang mesti saya lakukan? " 

Tuesday, March 13, 2012

Impian

Untuk Dhennis dan Fitri..

Entah kenapa sebuah musim hujan di sekolah itu tidak pernah bisa aku lupakan, bahkan masih sangat hangat untuk aku selami, lagi dan lagi. Aku sudah sangat sering menuliskannya. Mulai dari tanah yang basah, lapangan sepi setiap sore tempat aku berpikir, hingga lorong-lorong kecil yang harus dilewati dengan berlari selepas maghrib, karena sudah terlambat masuk asrama. Semuanya lekat. Dekat. Seperti baru saja terjadi kemarin hari..

Monday, March 12, 2012

Tentang Kehilangan (Untuk Perempuan)

Saya sangat tidak yakin, jika ada satu orang saja dari kalian para perempuan yang membaca ini, yang tak pernah mencicipi rasanya cemburu. Meskipun tidak pernah ingin kita cicipi, entah kenapa perasaan itu pasti pernah hadir dalam hati kecil. Bahkan yang paling kecil, hingga sanggup kita abaikan.

Ini tentang kehilangan.