Monday, February 29, 2016

[CERPEN] Hymne Perpisahan


Sisa-sisa senja masih menampakkan diri. Ada garis merah di langit sana, di belakangmu yang kini sedang berdiri di hadapanku. Aku sudah bisa mendengar nyanyian nyamuk yang mulai mengeluarkan suara bising di sekitar kita. Di perumahan kecil ini, di trotoar tempat kita sering duduk bersama, bertemu sambil melihat bintang gemintang malam hari; aku harus menerima kenyataan, aku harus melepasmu.

Thursday, February 11, 2016

26: Berani Berharap, Berani Kecewa


Aku bukan pengingat yang baik. Tapi pada suatu memori, aku melihat diriku yang masih sangat kecil. Mengikatkan kain gendongan bayi untuk melilit perutku tepat di bagian tengahnya. Karena ikatan itu, aku jadi memakai sebuah rok sangat panjang hingga menyeret lantai.

Thursday, February 4, 2016

Cinta Pertama


Dia punya kulit putih dan bersih. Matanya sipit. Memakai kacamata. Dulu aku melihatnya sebagai sosok cerdas. Aku mengaguminya.

Sangat mengaguminya...

Monday, January 25, 2016

Saya Tidak Bahagia Jadi Penulis


"Cari kerja yang sesuai passion, biar nggak kerasa capeknya."
Quote semacam itu sangat sering diperdengarkan pada generasi saya saat dulu baru lulus dari SMA. Saya pun memilih kuliah di jurusan yang sesuai dengan 'passion' itu; Sastra Indonesia. Saya suka menulis, itu sederhana. Setelah lulus, saya pun mencari pekerjaan dengan bidang yang sama. Lalu, apakah saya bahagia?

TIDAK. 

Sunday, December 20, 2015

Doa di Tengah Hujan


Konon, hujan akan sering membawa memori-memori yang sudah tenggelam muncul kembali. Entah benar atau tidak, tapi aku ingin menuliskannya sebelum lupa. Pada suatu maghrib, aku sembahyang di tengah suara derasnya hujan dan petir yang menyambar. Tiba-tiba, sebuah ingatan datang.