Monday, January 25, 2016

Saya Tidak Bahagia Jadi Penulis


"Cari kerja yang sesuai passion, biar nggak kerasa capeknya."
Quote semacam itu sangat sering diperdengarkan pada generasi saya saat dulu baru lulus dari SMA. Saya pun memilih kuliah di jurusan yang sesuai dengan 'passion' itu; Sastra Indonesia. Saya suka menulis, itu sederhana. Setelah lulus, saya pun mencari pekerjaan dengan bidang yang sama. Lalu, apakah saya bahagia?

TIDAK. 

Sunday, December 20, 2015

Doa di Tengah Hujan


Konon, hujan akan sering membawa memori-memori yang sudah tenggelam muncul kembali. Entah benar atau tidak, tapi aku ingin menuliskannya sebelum lupa. Pada suatu maghrib, aku sembahyang di tengah suara derasnya hujan dan petir yang menyambar. Tiba-tiba, sebuah ingatan datang.

Saturday, December 12, 2015

Salah Jatuh Cinta


Pada suatu hari minggu. Dari kaca dapur di kantor, aku bisa melihat tanah dan rerumputan basah bekas hujan deras. Rintik air masih berjatuhan dan aku sendirian.

Aku mengaduk kopi hitam bercampur creamer dan sedikit gula. Aroma manisnya terasa jauh lebih sempurna karena suasana basah dan sepi. Aku masih mendengar suaramu di telepon. Aku tersenyum sambil berkaca-kaca membayangkan betapa sempurnanya jika kau ada di sini. Menikmati hujan dan kopi bersamaku.

Saturday, September 26, 2015

[CERPEN] Ketika Kau Sulit Melupakan


Ini cerita tentang ingatan yang selalu aku temukan setiap mencium wangi kopi hitam panas. Seorang teman sangat menyukainya dan selalu memesan satu menu itu saja setiap nongkrong. Dari kopi pinggir jalan hingga kafe paling mewah di kota ini.

Pagi tadi, dia datang di hadapanku. Wajahnya resah seolah telah lupa caranya tersenyum. Ia mencopot kacamata kecilnya. Mengucek mata, lalu menghela napas. Aku hanya memandanginya. Aku tahu dia akan cerita tanpa aku tanya.

Wednesday, July 22, 2015

Hari Buruk Pertama Angel

Hari itu, menjadi hari pertama yang paling indah bagi Angel. Bukan karena rankingnya kembali nomor satu. Bukan pula karena hadiah ulang tahun sebulan sebelumnya yang begitu sempurna. Gadis kelas 2 SMP itu baru saja terbangun dari tidurnya di pagi hari. Ia terkejut karena ini pertama kalinya ia membuka mata pukul 6.30. Ia berangkat ke sekolah dengan tergesa. Ini akan jadi hari terburukku.