Konon, hujan akan sering membawa memori-memori yang sudah tenggelam muncul kembali. Entah benar atau tidak, tapi aku ingin menuliskannya sebelum lupa. Pada suatu maghrib, aku sembahyang di tengah suara derasnya hujan dan petir yang menyambar. Tiba-tiba, sebuah ingatan datang.
Sunday, December 20, 2015
Saturday, December 12, 2015
Salah Jatuh Cinta
Pada suatu hari minggu. Dari kaca dapur di kantor, aku bisa melihat tanah dan rerumputan basah bekas hujan deras. Rintik air masih berjatuhan dan aku sendirian.
Aku mengaduk kopi hitam bercampur creamer dan sedikit gula. Aroma manisnya terasa jauh lebih sempurna karena suasana basah dan sepi. Aku masih mendengar suaramu di telepon. Aku tersenyum sambil berkaca-kaca membayangkan betapa sempurnanya jika kau ada di sini. Menikmati hujan dan kopi bersamaku.
Saturday, September 26, 2015
[CERPEN] Ketika Kau Sulit Melupakan
Ini cerita tentang ingatan yang selalu aku temukan setiap mencium wangi kopi hitam panas. Seorang teman sangat menyukainya dan selalu memesan satu menu itu saja setiap nongkrong. Dari kopi pinggir jalan hingga kafe paling mewah di kota ini.
Pagi tadi, dia datang di hadapanku. Wajahnya resah seolah telah lupa caranya tersenyum. Ia mencopot kacamata kecilnya. Mengucek mata, lalu menghela napas. Aku hanya memandanginya. Aku tahu dia akan cerita tanpa aku tanya.
Wednesday, July 22, 2015
Hari Buruk Pertama Angel
Hari itu, menjadi hari pertama yang paling indah bagi Angel. Bukan karena rankingnya kembali nomor satu. Bukan pula karena hadiah ulang tahun sebulan sebelumnya yang begitu sempurna. Gadis kelas 2 SMP itu baru saja terbangun dari tidurnya di pagi hari. Ia terkejut karena ini pertama kalinya ia membuka mata pukul 6.30. Ia berangkat ke sekolah dengan tergesa. Ini akan jadi hari terburukku.
Monday, July 13, 2015
Izinkan Aku Mengingatmu di Tengah Suara Ketikan Keyboard Yang Berisik
![]() |
| Photo Credit: http://shelovesmagazine.com/ |
Aku bekerja dengan keyboard. Setiap hari, bahkan setiap waktu yang bukan bukan jam tidurku (jika sedang mengambil job lembur).
Suaranya cukup berisik. Aku sendiri yang mengetiknya, aku sendiri yang mendengarnya. Namun ada waktu di mana aku tiba-tiba berhenti dan hanya memandangi keyboard saja.
Subscribe to:
Posts (Atom)



