Wednesday, July 22, 2015

Hari Buruk Pertama Angel

Hari itu, menjadi hari pertama yang paling indah bagi Angel. Bukan karena rankingnya kembali nomor satu. Bukan pula karena hadiah ulang tahun sebulan sebelumnya yang begitu sempurna. Gadis kelas 2 SMP itu baru saja terbangun dari tidurnya di pagi hari. Ia terkejut karena ini pertama kalinya ia membuka mata pukul 6.30. Ia berangkat ke sekolah dengan tergesa. Ini akan jadi hari terburukku.

Monday, July 13, 2015

Izinkan Aku Mengingatmu di Tengah Suara Ketikan Keyboard Yang Berisik

Photo Credit: http://shelovesmagazine.com/

Aku bekerja dengan keyboard. Setiap hari, bahkan setiap waktu yang bukan bukan jam tidurku (jika sedang mengambil job lembur).

Suaranya cukup berisik. Aku sendiri yang mengetiknya, aku sendiri yang mendengarnya. Namun ada waktu di mana aku tiba-tiba berhenti dan hanya memandangi keyboard saja. 

Tuesday, March 24, 2015

Indonesia's Classy Entertainment


Indonesia. Seberapa jauh kita benar-benar mengenal negeri ini?

Sederhana. Awalnya saya tidak benar-benar tahu. Tapi saat mulai bekerja di industri hiburan, melihat konten entertainment yang laris dibaca dan dikomentari, hingga memberikan ‘asupan’ baru bagi para pembaca, saya jadi mengerti ‘kelas’ dari sebagian besar manusia Indonesia. Tak ada yang salah sesungguhnya, karena toh semuanya merupakan proses pendewasaan bagi negeri kita. Tapi, ada satu hal baru yang hari ini saya temukan.

First Page


Pada halaman pertama cerita kita, aku menemukan warna keindahan. Aku melihat setiap baris yang tak pernah kutemukan sebelumnya. Aku mengagumi setiap goresan yang kau tulis. Aku merasa masa depan kita akan benar-benar indah.

Namun, kita hanyalah sepasang anak ingusan yang belum mengerti apa-apa. Kita tak punya apa-apa. Kita tak bisa memiliki apa-apa, tanpa melalui halaman berikutnya. Dan halaman itu sama sekali berbeda dari yang pertama.

Sunday, February 22, 2015

Menunggumu


Menunggu bukanlah hal yang baru untukku. Saat pertama kali aku memintamu untuk ikut perjalanan ke Ketep Pass, aku menantimu di gedung itu. Bangunan yang telah menjadikan kita sepasang kekasih, penuh cemburu, tawa, tangis dan kebimbangan ala anak muda lainnya.

Sejak saat kisah di gedung itu dimulai, banyak hal yang tak kusukai darimu. Begitu pula hal yang aku suka. Cara tertawamu, bicaramu, menangismu, bau badanmu saat belum mandi, gendut dan kurusnya kamu, marah dan cintamu.. Semua telah lekat. Telah membawaku dalam sebuah sekat yang dengan pasrah aku bahagia terjebak di dalamnya.