Tulisan ini adalah efek dari sebuah ekspresi saat saya sedang menggempur diri sendiri untuk menyelesaikan skripsi. Beberapa waktu terakhir banyak perombakan-perombakan yang lumayan ekstrem yang harus saya cari tahu sebanyak mungkin di manapun itu; website, macam-macam perpustakaan, buku-buku lusuh dan mungkin termasuk sebuah tempat menyenangkan untuk mengerjakannya. Lalu tiba-tiba saya sadar satu hal, bahwa mengerjakan skripsi membutuhkan ketulusan hati, sebagaimana kita membuat karya-karya yang kita senangi. Paling tidak, hal itulah yang membuat saya merasa lebih lancar mendapatkan jalan-jalan keluar dari masalah dalam menulis skripsi.Monday, October 8, 2012
Berkaryalah!
[Tak perlu dengar kata mereka. Teruslah berjalan.]
Tulisan ini adalah efek dari sebuah ekspresi saat saya sedang menggempur diri sendiri untuk menyelesaikan skripsi. Beberapa waktu terakhir banyak perombakan-perombakan yang lumayan ekstrem yang harus saya cari tahu sebanyak mungkin di manapun itu; website, macam-macam perpustakaan, buku-buku lusuh dan mungkin termasuk sebuah tempat menyenangkan untuk mengerjakannya. Lalu tiba-tiba saya sadar satu hal, bahwa mengerjakan skripsi membutuhkan ketulusan hati, sebagaimana kita membuat karya-karya yang kita senangi. Paling tidak, hal itulah yang membuat saya merasa lebih lancar mendapatkan jalan-jalan keluar dari masalah dalam menulis skripsi.
Tulisan ini adalah efek dari sebuah ekspresi saat saya sedang menggempur diri sendiri untuk menyelesaikan skripsi. Beberapa waktu terakhir banyak perombakan-perombakan yang lumayan ekstrem yang harus saya cari tahu sebanyak mungkin di manapun itu; website, macam-macam perpustakaan, buku-buku lusuh dan mungkin termasuk sebuah tempat menyenangkan untuk mengerjakannya. Lalu tiba-tiba saya sadar satu hal, bahwa mengerjakan skripsi membutuhkan ketulusan hati, sebagaimana kita membuat karya-karya yang kita senangi. Paling tidak, hal itulah yang membuat saya merasa lebih lancar mendapatkan jalan-jalan keluar dari masalah dalam menulis skripsi.Saturday, October 6, 2012
Perjuangan Tak Terhentikan
Pernah suatu hari aku kelelahan melalui lorong-lorong kecil-gelap kota Jogja. Saat sekolah dulu. Berlari kecil mengejar waktu adzan maghrib, supaya tidak dapat poin pelanggaran. Sebuah perjuangan kecil, melakukan perubahan kecil, tapi dengan totalitas besar. Tidak ada yang tahu dan kuceritai saat itu; setiap pulang seorang diri, aku sering ditemani seorang teman khayalan. Dia bilang, ini langkah kecil untuk perubahan besar!
Tuesday, August 14, 2012
Mendoakanmu
Fiction (2)
Kekesalan ini terlampau berlebihan jika harus diceritakan. Cerita yang mungkin hanya akan jadi bahan tertawaan. Kenapa?
Friday, July 20, 2012
Hasut (Selamat Berpuasa Tanpa Apologia)
Aku mendatangimu. Di profile-facebookmu. Mencari-cari status yang membuatku dapat terkekeh mengejekmu. Atau mencari rasa iri yang timbul pada setiap status-status bahagiamu.
Padahal keslaahanmu tidak sebesar itu. Menurutku.
Tapi aku tetap membuka foto-foto di album profile-facebookmu. Aku menelusuri badanmu yang bertambah gendut atau kurus. Lalu mencari foto-foto yang membuatku terkekeh mengejekmu. Atau mencari rasa iri yang timbul pada setiap momen-momen bahagiamu yang terpancar lewat senyuman manis.
Padahal keslaahanmu tidak sebesar itu. Menurutku.
Tapi aku tetap membuka foto-foto di album profile-facebookmu. Aku menelusuri badanmu yang bertambah gendut atau kurus. Lalu mencari foto-foto yang membuatku terkekeh mengejekmu. Atau mencari rasa iri yang timbul pada setiap momen-momen bahagiamu yang terpancar lewat senyuman manis.
Tuesday, July 10, 2012
Bila Harus Berdarah (Untukmu)
-- Fiction (1)
Tahukah kau, dulu aku pernah bangun sebelum subuh dan hanya memandangi wajah seseorang yang cuma bisa kurindukan dalam diam?
Aku mengaguminya, seperti dewa yang begitu tak punya kelemahan.
Aku memujanya, lalu pujian-pujian itu tak sampai langit-langit mulutku. Aku menelannya kembali.
Tapi, tidak saat denganmu.
Subscribe to:
Posts (Atom)



