Tulisan ini hanya kutipan teks dari buku Muh. Abduh yang berjudul, "Ilmu dan Peradaban Menurut Islam dan Kristen". Saya ingin menuliskan ulang dan membaginya, karena begitu kagum dengan isi teks ini. Saya merasa, kita perlu meneladani pembaharu Islam di masa silam untuk mengembalikan semangat berilmu dan beradab yang telah mereka lakukan berabad-abad yang lalu.
Mengapa harus tulisan ini? Karena tulisan ini menggambarkan suasana. Penggambaran suasana selalu bisa kita nikmati dengan membayangkannya ada di depan mata kita. Membuat semangat kita lebih bergemuruh. Dan cita-cita kita dapat kembali, untuk menjelajahi seluruh angkasa, seperti yang diajarkan oleh orang-orang dalam tulisan ini.
Saturday, July 7, 2012
Membaca Pikiran Syekh. Moh. Abduh
Saya pernah ingat bahwa Moh. Abduh adalah salah satu guru dari KHA. Dahlan saat belajar di timur tengah. Darinyalah KHA. Dahlan belajar modernitas dan menyuguhkannya di Indonesia dalam bentuk gerakan-gerakan pencerahan. Beliau yang mengajarkan bahwa ummat Islam membutuhkan pencerahan.
Sebenarnya, pencerahan ini sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW, dilanjtkan dengan khalifah dan sampai ilmuwan Islam di abad pertengahan. Tapi pencerahan ini kemudian terbaca menyusut, menyusul kemudian tersebarnya sekueritas dalam budaya manusia. Akhirnya, yang mengurus ilmu pengetahuan adalah ilmuwan. Dan yang mengurus agama adalah agamawan. Lalu selesai. Padahal sesungguhnya, yang demikian bukanlah yang dicita-citakan agama, yang tertuang dalam berbagai ayat Al-Qur'an dan sabda nabi.
Sebenarnya, pencerahan ini sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW, dilanjtkan dengan khalifah dan sampai ilmuwan Islam di abad pertengahan. Tapi pencerahan ini kemudian terbaca menyusut, menyusul kemudian tersebarnya sekueritas dalam budaya manusia. Akhirnya, yang mengurus ilmu pengetahuan adalah ilmuwan. Dan yang mengurus agama adalah agamawan. Lalu selesai. Padahal sesungguhnya, yang demikian bukanlah yang dicita-citakan agama, yang tertuang dalam berbagai ayat Al-Qur'an dan sabda nabi.
Monday, July 2, 2012
Detak
Ada detak yang tak biasa hari ini. Kau datang dengan senyman yang berbeda. Dengan pakaian yang berbeda. Dengan kendaraan yang berbeda. Tapi bukan itu yang paling memberiku detak tak biasa itu.
Aku mendengar jam dinding berdecak lebih keras, semakin meyakinkanku bahwa detak di dada ini benar-benar tak biasa. Kau semakin mendekat. Langkahmu melambat setelah tundukan wajahku mengangkat. Mungkin kau melihatku dengan wajah pucat. Mungkin aku melihatmu tanpa air muka yang terbaca. Entahlah, tapi detak itu berdebum semakin cepat dan keras. Dadaku sesak. Aku mau pingsan!
Aku mendengar jam dinding berdecak lebih keras, semakin meyakinkanku bahwa detak di dada ini benar-benar tak biasa. Kau semakin mendekat. Langkahmu melambat setelah tundukan wajahku mengangkat. Mungkin kau melihatku dengan wajah pucat. Mungkin aku melihatmu tanpa air muka yang terbaca. Entahlah, tapi detak itu berdebum semakin cepat dan keras. Dadaku sesak. Aku mau pingsan!
Tuesday, June 26, 2012
Catatan Sederhana: PIR Budi Mulia 3 Tahun Silam
Saat itu saya sedang "gila-gilanya" jadi aktivis. Ke sana ke mari, belajar dan mengajar, berkarya dan bekerjasama, bermain dan bertengkar, berlari dan bercerita, berdemo juga.
***
Bukan rahasia, i'tikaf adalah sebuah ibadah yang termasuk sulit dilakukan dengan sempurna, terutama di Indoensia.
Sunday, June 24, 2012
Refleksi Sederhana: 99 Cahaya di Langit Eropa
Penyesalan dan Pencerahan
Teman, saya mengaku bersalah karena telah sangat terlambat membaca buku ini. Dan setelah membacanya, banyak hal yang saya rasa wajib saya bagikan, supaya ada sedikit pencerahan dalam kegelapan kondisi bangsa kita hari ini. Ya ~ sedikit cahaya akan sangat berarti.Teman, kita telah dihantui rasa saling menodong, menyalahkan, membenarkan diri, dan memerangi. Mungkin kalian sering membaca berita di koran tentang korupsi, kriminalitas, suasana lingkungan dengan udara yang kotor, baliho-baliho perempuan cantik untuk promosi susu pelangsing tubuh, dilema konser-konser artis luar negeri atau bahkan konflik antar-agama yang masih belum berhenti.
Subscribe to:
Posts (Atom)




