Monday, March 12, 2012

Kesalahan

Banyak hal yang kita anggap salah dalam hidup kita, padahal sesungguhnya, semua itu hanya belum selesai saja.
Selayaknya tugas kuliah yang belum juga selesai hingga satu jam sebelum deadlinepengumpulan, atau skripsi yang masih tertunda hingga semester demi semester berakhir.
Ya, tidak ada yang salah. Semua itu hanya ketertundaan.

Sunday, March 11, 2012

Menuai Jalan Baru

Saat menulis artikel ini, saya sedang berada di sebuah cafe global donat Amerika. saya sampai di cafe ini saat hari masih sore dan saya yang berdua dengan seorang teman menaiki sebuah sepeda motor butut. sebenarnya sepeda motor biasa jua parkir di cafe ini, tapi malam hari saja. dan motor butut kami itu, berjejeran dengan sekitar tiga mobil di sebelahnya; meski tidak bisa dibilang mewah, namun cukup membuat orang lain perhatian dengan kepercayaan-diri kami memarkirkan motor butut di tengah mobil-mobil agak mewah.

Monday, December 20, 2010

Blog, Blog dan Blog (Lagi)! :D


Aku ingin memulainya lagi, seiring dengan termulaikannya hidupqu yang baru,
Yaaa, semoga saja.
Hanya satu hal yang mebuat aku ingin menyudahi hubungan dengan seseorang yang sangat berarti (atas segala pengalaman dan pembelajaran yang baru dan lain dari biasanya: karena sarat dosa :p), bahwa aku akan merasa lebih mulia dan aman tanpanya.

Thursday, August 12, 2010

Saat Aku Merasa Aku di Matamu


Taukah, kau?
Sedikitpun Sang Ratu tak perlu Raja yg me-rajai dirinya, utk negerinya..

Ia hanya merasa tenang dan senang, saat:
tak perlu me-malaikat..
menjadi "manusia" di matamu..
Ia menyukai dirinya yg hidup di hatimu..
Perempuan yg ingin kberterimaan setulusnya..

Saturday, December 27, 2008

Setelah Lama Semua Ini




Aku memutuskan untuk membelokkan motorku ke warnet malam ini, sengaja hanya untuk menuliskan ini dan membaginya pada siapapun yang membaca posting ini. Sungguh, banyak sekali hal yang ku dapat dan sangat ingin aku sampaikan di sini.

Pertama-tama, soal bulan desember yang penuh dengan ribuan hikmah dan cerita yang sungguh indah. Biarlah, biarkan hatiku ini menuliskannya di sini sepuasnya. Uang makanku ku korbankan saja, karena setelah Musywil ini, aku selalu merasa kenyang. Tidak seperti biasanya, maklum anak kost.