Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang.
Aku sudah berhenti latihan. Lebih memilih menarik napas dalam-dalam, berdoa
lalu bersholawat. Ambil napas lagi, berdoa lalu bersholawat. Sudah waktunya.
"Dia tidak tidur! Tidak sepersekian detikpun! Kau harus mencatatnya, mengingatnya setiap waktu.. Mama menyayangimu. Mama ingin kau disayangNya. Tidak ada harapan lain selain itu. Hanya itu dan hanya itu..", Annelis tua terus menerus mengoceh pada anak perempuannya.